Sejarah Hukum Perbandingan Volume

Joseph Louis Gay-Lussac dilahirkan di St. Leonard pada tahun 1778 dan meninggal dunia di Paris tahun 1850. Hasil-hasil karyanya yang penting diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Pada tahun 1802 ia menemukan hukumtentang pemuaian gaas oleh panas. Diketahuinya bahwa kenaikan suhu satu derajat akan menyebabkan gas memuai atau mengembang sebesar  volume semula pada suhu 0oC.
  • Pada tahun 1805 ia bersama Alexander von Humboldt mempelajari reaksi antara gas hydrogen dan oksigen dengan pertolongan bunga api listrik. Mereka menemukan bahwa 100 bagian gas oksigen bereaksi dengan 200 bagian gas hidrogen. 
  • Pada tahun 1808 diketahuinya bahwa 100 bagian ammonia dapat bereaksi dengan 100 bagian gas HCl, dan 100 bagian nitrogen dapat bereaksi dengan 100 bagian oksigen membentuk gas oksida nitrogen (NO). juga telah diketahuinya bahwa ammonia terbentuk dari 1 bagian gas nitrogen dengan 3 bagian gas hidrogen. Gay Lussac menarik kesimpulan bahwa reaksi kimia antar gas terjadi dalam perbandingan volume yang sederhana.

Ia berpendapat bahwa dalam keadaan gas, atom-atom berjauhan satu sama lain sehingga bila dibandingkan dengan ruang yang ditempati oleh atom-atom sendiri, ruang antara atom-atom tersebut jauh lebih besar. Karenanya ia mengatakan bahwa “volume atom-atom semua gas dapat dikatakan sama”.

Di awal tahun 1781 Joseph Priestley menemukan hirogen dapat berekasi dengan oksigen membentuk air, kemudian Henry Cavendish (1731-1810) menemukan volume hidrogen dan oksigen yang bereaksi membentuk uap air mempunyai perbandingan 2 : 1. Dilanjutkan William Nicholson dan Anthony Carlise berhasil menguraikan air menjadi gas hidrogen dan oksigen melalui proses elektrolisis. Ternyata perbandingan volume hidrogen dan oksigen yang terbentuk 2 : 1. Pada tahun 1808 Joseph Louis Gay-Lussac (1778-1850) berhasil mengukur volume uap air yang terbentuk, sehingga dipeoleh perbandingan volue hidrogen : oksigen :  uap air = 2 : 1 : 2

Gas hidrogen  +    gas oksigen                 uap air

2 H2  (g)                       +    O2  (g)                     2 H2O (g)

 

Perbandingan tersebut berupa bilangan bulat berupa bilangan bulat sederhana. Berdasarkan hasil percobaan ini, Gay-Lussac menyimpulkan bahwa :

Pada suhu dan tekanan yang sama, volume gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat sederhana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *