[Tutorial] delphi 2009 menghitung volume gas(hukum Gay-Lussac) berdasarkan perbandingan koefisien

Delphi adalah salah satu bahasa pemrograman (development language) yang digunakan untuk merancang suatu aplikasi program. Delphi termasuk dalam pemrograman bahasa tinggi. Maksudnya adalah perintah-perintah programnya menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh manusia. Terlebih Delphi merupakan generasi penerus dari turbo pascal. Karena dari sebagian sintak yang digunakan dalam pemrograman Delphi, sama dengan sintak yang terdapat dalam bahasa pascal. Pemrograman Delphi dirancang untuk beroperasi dibawah sistem operasi windows.

Delphi juga termasuk salah satu pemrograman yang menggunakan konsep berorientasi objek (OOP), yaitu pemrograman dengan membantu sebuah aplikasi yang mendekati dunia yang sesungguhnya. Dilihat dari keunggulannya program Delphi mempunyai beberapa keunggulan yaitu kualitas, produktivitas, pengembangan perangkat lunak, kecepatan kompiler, pola desain yang menarik dan diperkuat dengan bahasa pemrograman yang terstruktur dalam struktur bahasa pemrogramanpascal. Sehingga lebih mudah jika kita sebelumnya belajar serta memahami bahasapascal. Untuk versi terkini dari Delphi adalah versi 7 dilengkapi dengan fitur .net dengan tambahan file XML.
kegunaan Delphi:

  • Untuk membuat suatu aplikasi windows
  • Untuk merancang program aplikasi berbasis grafis
  • Untuk membuat program yang berbasis jaringan (client/server)
  • Untuk merancang program aplikasi .Net (berbasis internet)
    Program ini dibuat untuk mencari volume gas salah satu senyawa yang bereaksi. Gay- Lussac menyimpulkan bahwa perbandingan volume dari setiap produk gas terhadap masing – masing volume gas yang bereaksi merupakan perbandingan dari bilangan – bilangan yang bulat dan sederhana. Hukum penggabungan volume (Gay-Lussac) hanya berlaku untuk reaksi gas yang susunan molekulnya sederhana.

Untuk menggunakan program ini, kita harus mengetahui reaksi yang terjadi dan kesetaraannya, karena yang dibutuhkan adalah koefisien masing – masing senyawa dan salah satu volume gas juga harus diketahui. Sebagai contoh reaksi pembakara propana C3H8(g) + 5O2(g) → 3CO2(g) + 4H2O(l) untuk mendapatkan tutorial hitung volume gas berdasarkan perbandingan koefisien silahkan klik disini

Sejarah Hukum Perbandingan Volume

Joseph Louis Gay-Lussac dilahirkan di St. Leonard pada tahun 1778 dan meninggal dunia di Paris tahun 1850. Hasil-hasil karyanya yang penting diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Pada tahun 1802 ia menemukan hukumtentang pemuaian gaas oleh panas. Diketahuinya bahwa kenaikan suhu satu derajat akan menyebabkan gas memuai atau mengembang sebesar  volume semula pada suhu 0oC.
  • Pada tahun 1805 ia bersama Alexander von Humboldt mempelajari reaksi antara gas hydrogen dan oksigen dengan pertolongan bunga api listrik. Mereka menemukan bahwa 100 bagian gas oksigen bereaksi dengan 200 bagian gas hidrogen. 
  • Pada tahun 1808 diketahuinya bahwa 100 bagian ammonia dapat bereaksi dengan 100 bagian gas HCl, dan 100 bagian nitrogen dapat bereaksi dengan 100 bagian oksigen membentuk gas oksida nitrogen (NO). juga telah diketahuinya bahwa ammonia terbentuk dari 1 bagian gas nitrogen dengan 3 bagian gas hidrogen. Gay Lussac menarik kesimpulan bahwa reaksi kimia antar gas terjadi dalam perbandingan volume yang sederhana.

Ia berpendapat bahwa dalam keadaan gas, atom-atom berjauhan satu sama lain sehingga bila dibandingkan dengan ruang yang ditempati oleh atom-atom sendiri, ruang antara atom-atom tersebut jauh lebih besar. Karenanya ia mengatakan bahwa “volume atom-atom semua gas dapat dikatakan sama”.

Di awal tahun 1781 Joseph Priestley menemukan hirogen dapat berekasi dengan oksigen membentuk air, kemudian Henry Cavendish (1731-1810) menemukan volume hidrogen dan oksigen yang bereaksi membentuk uap air mempunyai perbandingan 2 : 1. Dilanjutkan William Nicholson dan Anthony Carlise berhasil menguraikan air menjadi gas hidrogen dan oksigen melalui proses elektrolisis. Ternyata perbandingan volume hidrogen dan oksigen yang terbentuk 2 : 1. Pada tahun 1808 Joseph Louis Gay-Lussac (1778-1850) berhasil mengukur volume uap air yang terbentuk, sehingga dipeoleh perbandingan volue hidrogen : oksigen :  uap air = 2 : 1 : 2

Gas hidrogen  +    gas oksigen                 uap air

2 H2  (g)                       +    O2  (g)                     2 H2O (g)

 

Perbandingan tersebut berupa bilangan bulat berupa bilangan bulat sederhana. Berdasarkan hasil percobaan ini, Gay-Lussac menyimpulkan bahwa :

Pada suhu dan tekanan yang sama, volume gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat sederhana.

Sejarah Hukum Proust

Hukum perbandingan tetap atau yang sering disebut dengan Hukum Proust adalah hukum yang menyatakan bahwa seluruh senyawa terdiri dari perbandingan massa unsur pembentuk yang selalu sama (konstan).

Hukum ini dikemukakan oleh Joseph Lonis Prost (1754-1826)  yang berasal dari Perancis. Hukumnya perbandingan tetap tersebut berbunyi :”perbandingan berat unsur-unsur penyususun senyawa adalah tetap”. Eksperimen yang dilakukan Proust adalah reaksi antara unsur hidrogen dan oksigen sehingga terbentuk air (H2O). P
ada akhir abad ke-18, konsep senyawa kimia belum sepenuhnya dikembangkan. Bahkan ketika pertama kali hukum ini diusulkan, hukum ini menjadi pernyataan kontroversial dan ditentang oleh kimiawan lainnya, terutama kerabat Proust yang bernama Claude Louis Berthollet, yang menyatakan bahwa unsur dapat digabungkan dengan proporsi apapun. Perdebatan ini menunjukkan bahwa pada saat itu perbedaan senyawa kimia murni dan campuran belum sepenuhnya dikembangkan.

Sejarah Hukum Lavoisier

Pada zaman alkimia yaitu sebelum kimia modern lahir, ada sebuah teori yang tentunya tidak masuk akal dalam dunia kimia saat ini yang menyatakan jika air pada bejana gelas dipanaskan terus menerus akan terjadi residu/endapan dalam bejana tersebut. Hal itu dapat diartikan bahwa air telah berubah menjadi tanah karena proses pemanasan oleh api. Kemudian pada masa awal adanya ilmu kimia, berkembang juga suatu pemahaman baru tentang sifat suatu zat atau materi. Para Ilmuan masa itu berpaham bahwa suatu zat bisa hilang diakibatkan oleh proses tertentu. Paham ini disimpulkan oleh ahli kimia Jerman, Becher dan Sthal yang menyatakan bahwa pada setiap benda yang dapat terbakar mengandung zat flogioston. Dimana, zat ini akan lepas ke udara bila terbakar sehingga massa benda sesudah terbakar akan menjadi lebih ringan. Pembakaran logam dan peleburan bijih logam dengan batubara dapat diterangkan dengan teori ini. Namun, tidak semua kimiawan sepakat dengan pemahaman ini walaupun teori ini merupakan konsep pemersatu sebelum diakuinya hukum kekekalan massa Lavoisier.

Antoine Laurent Lavoisier, ilmuan perancis menyangkal teori flogioston karena ada kejanggalan dalam penerapannya dalam aspek yang lebih luas. Lavoisier membantah adanya penemuan zat flogioston yang hanya merupakan imajinasi dari pemikir dahulu. Untuk membuktikan pendapatnya, Lavoisier mendemonstrasikan eksperimennya bahwa pada proses pembakaran, ternyata ada proses pengikatan oksigen oleh zat yang dibakar. Dalam eksperimennya, beliau memanaskan raksa dalam tabung yang dihubungkan dengan tabung berisi udara. Ternyata raksa yang dipanaskan berubah menjadi zat padat (oksida raksa) yang massanya lebih besar dari massa raksa awal, tetapi pertambahan massa pada senyawa yang terbentuk diikuti juga dengan pengurangan massa di udara. Dalam hal ini diindikasikan bahwa adanya zat dalam udara yang mempengaruhi pembakaran raksa.

Percobaan lainnya yang pernah dilakukan Lavoisier yaitu dengan memanaskan air dalam suatu bejana. Air dan bejana yang akan dipanaskan ditimbang terlebih dahulu untuk mengetahui perbedaannya setelah pemanasan. Proses pemanasan dilakukan selama 100 hari. Setelah pemanasan ia menimbang air dan bejana yang ternyata beratnya sama dengan sebelum dilakukan pemanasan. Hal ini menjadi tolak ukur bahwa tidak ada sesuatu dari api yang mempengaruhi massa materi. Walaupun massa keseluruhannya tetap sama, namun ada sedikit perbedaan antara berat bejana setelah pemanasan dengan sebelum pemanasan. Berat bejana setelah pemanasan berkurang, tetapi berat air bersama residu bertambah. Pertambahan air bersama residu sama dengan pengurangan berat bejana.

Percobaan Lavoisier selanjutnya yaitu dengan pengujian menggunakan timah putih. Timah dimasukkan ke dalam sebuah tabung yang telah ditimbang terlebih dahulu. Kemudian tabung ditutup dengan rapat dan dipanaskan hingga timah berubah seperti kapur. Setelah dingin, tabung dan isinya ditimbang. Dan hasilnya sama dengan dua percobaan diatas dimana berat keseluruhannya tidak berubah. Kemudian tabung dibuka dan terdengar suara udara yang mulai masuk ke dalamnya. Kemudian tabung ditimbang kembali dan beratnya bertambah. Pertambahannya berat tabung dan isinya dengan pertambahan berat timah bernilai sama. Fakta ini menunjukkan bahwa pengapuran adalah perpindahan udara dalam timah.

Dengan 3 percobaan diatas Lavoisier berhasil membuktikan serta mengukuhkan bahwa massa suatu materi akan tetap sama meski apapun proses yang diberikan padanya. Dan dengan pembuktian ini teori yang sebelumnya diajukan, yaitu teori flogioston tidak digunakan lagi dalam pengaplikasian ilmu kimia maupun fisika. Serta dengan penemuan ini membuat Lavoisier diakui sebagai bapak kimia modern. Continue reading Sejarah Hukum Lavoisier

Contoh Soal

Soal merupakan suatu tolak ukur yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa. Saat seseorang mengerjakan soal, dia akan berusaha menjawabnya dengan benar. Siswa yang mengerjakan soal ada yang menjawabnya dengan tepat, dan ada pula yang salah. Dari hasil tersebut dapat diketahui kemampuan masing-masing siswa mengenai seberapa paham siswa tersebut  terhadap materi yang telah di ajarkan. Dari hal tersebut, dapat kita ketahui bahwa setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda.

Contoh soal hukum dasar kimia berbentuk pilihan ganda dapat diunduh disini!

 

 

Praktikum

Praktikum merupakan bagian dari pengajaran yang bertujuan agar siswa mendapat kesempatan untuk menguji dan melaksanakan dalam keadaan nyata apa yang diperoleh dalam teori. praktikum merupakan suatu cara penyajian bahwa pelajaran dan siswa melakukan percobaan dengan mengalami untuk membuktikan sendiri sesuatu pertanyaan atau hipotesis yang dipelajari dan sebagai salah satu mengajar dimana siswa melakukan suatu percobaan tentang suatu hal, mengamati prosesnya serta melakukan hasil suatu percobaan kemudian hasil pengamatan itu disampaikan di kelas dan dievaluasikan guru. contoh praktikum pembuktian hukum kekekalan massa dapat dilihat dengan cara klik disini

Handout Hukum Dasar Kimia

Handout ini berisi materi hukum dasar kimia secara umum dalam bentuk power point dan dokumen. Handout ini diharapkan dapat menambah ilmu tentang materi hukum dasar kimia. Hukum dasar kimia terdiri dari

  1. Hukum kekekalan massa ( hukum Lavoisier)
  2. Hukum Perbandingan tetap (hukum Proust)
  3. Hukum Kelipatan Perbandingan ( Hukum Dalton)
  4. Hukum Perbandingan Volume(Hukum Gay-Lussac)
  5. Hipotesis Avogadro

klik disini untuk mengunduh materi hukum dasar kimia dalam bentuk dokumen, atau dalam bentuk power point dapat diunduh juga dengan cara klik yang ini

Selamat Datang

selamat datang di blog pribadiku…..

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!